Staycation di Taman Mini, wisata ibukota yang murah meriah… (Part 1)

Staycation!

Awal saya tahu istilah staycation itu ketika ada seorang teman saya di instagram yang menulis hashtag ‘staycation‘. Saat itu, dia sedang berlibur bersama keluarga kecilnya dengan bermalam di salah satu hotel di daerah dekat rumahnya.

Awalnya, saya tidak tertarik dengan istilah itu meskipun saya sudah berpikir, staycation mungkin masih satu istilah dengan vacation. Berselang beberapa saat, saya kembali menemukan istilah staycation lagi. Karena ingin memastikan arti kata staycation, akhirnya saya mencari dalam mesin pintar serba bisa, apalagi kalau bukan Google, hehehe.

Dari salah satu jurnal yang saya baca, staycation itu merupakan gabungan dari dua kata, yaitu stay yang artinya tinggal dan cation diambil dari vacation yang artinya berlibur atau bepergian baik dalam wisata yang dekat ataupun jauh.

Jadi kurang lebih staycation memiliki arti berlibur di rumah atau berlibur ke tempat yang lokasinya tak jauh dari rumah.

Oke, kembali ke perjalanan staycation saya.

Berhubung saya tinggal di daerah pinggiran ibukota, tapi bukan di ibukota. Jarak antara rumah saya ke daerah ibukota tidak terlalu jauh. Salah satu destinasi wisata ibukota yang letaknya dekat dengan rumah saya adalah Taman Mini Indonesia Indah, atau yang biasa disebut cukup dengan ‘Taman Mini’.

Bagi sebagian orang, berlibur itu pasti mahal dan butuh biaya besar kalau menurut saya pribadi, berlibur itu nggak perlu mahal yang penting kita senang.

Taman Mini itu sebenarnya termasuk destinasi wisata ibukota yang terbilang cukup murah. Tetapi kembali lagi, tergantung tujuan kita berkunjung ke sana. Kalau tujuan kita hanya sekedar jalan-jalan dan menikmati pemandangannya atau sekedar melihat-lihat ragam rumah adat dan kebudayaan daerahnya, maka cukup bayar sekali dipintu masuk utama.

Harga Tiket Masuk TMII Juli 2019

– Perorangan (diatas 3 tahun 1 tiket) Rp 20.000,-

– Mobil Rp 15.000,-

– Motor Rp 10.000,-

– Sepeda Rp 1.000,-

Harga ini berlaku sepanjang hari termasuk sabtu, minggu dan libur nasional.

Dengan membayar Rp 20.000/orang kita sudah bisa menikmati keragaman budaya Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke seluruh rumah adat atau anjungan daerah berdiri disini. Masuk ke dalam rumah adat atau anjungan daerah pun gratis. Kita juga bisa bersepeda mengelilingi kawasan Taman Mini yang cukup luas kurang lebih seluas 150 hektare.

Ada salah lokasi taman yang juga tidak memerluka tiket masuk tambahan yaitu Taman Budaya Tionghoa.

Taman budaya tionghoa ini mulai dibuka pada tahun 2006 yang diresmikan langsung oleh ketua Yayasan Harapan Kita, H.M. Soeharto. Taman ini dibangun dengan nuansa khas etnik tionghoa. Di dalam taman ini banyak terdapat tanaman bonsai, waduk kecil, gazebo dengan ukiran khas cina, perkampungan cina (pecinan) dan pernak-pernik lainnya.

Di dalam salah satu rumah pecinan ini ada patung Mantan Presiden Republik Indonesia ke 4, K.H. Abdurrahman Wahid (alm) atau yang biasa disebut Gusdur. Karena Gusdur adalah gerbang awal bagi etnis Tionghoa mulai diakui keberadaannya di Indonesia. Termasuk salah satunya dengan menjadikan Imlek atau Tahun Baru Cina sebagai hari libur nasional.

Di bagian belakang taman ini juga terdapat patung-patung shio yang dipercaya oleh kaum tionghoa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s