Refleksi diri di tahun 2020 dan merangkai harapan untuk 2021

Buat saya, tahun 2020 berlalu tidak terlalu buruk. Meskipun tidak memungkiri bahwa saya juga mengalami jatuh bangunnya di tahun yang ber-‘pandemi’ ini. Banyak sekali planning yang pada akhirnya memupuskan harapan dan tidak tahu kapan akan bisa kembali terwujud. Salah satu planning yang gagal terwujud adalah perjalanan gathering ke Korea Selatan yang terpaksa batal pada H-2 keberangkatan. Pandemi ini juga berimbas pada bisnis kecil saya yang terpaksa berhenti total.

Pandemi ini musibah bersama, bisa dibilang pandemi ini musibah yang adil. Semua orang mengalaminya. Karena beberapa musibah biasanya terjadi regional sedangkan untuk pandemi ini terjadi dalam skala besar yang termasuk dalam kategori internasional.

Sedikit cerita tentang kekecewaan saat pembatalan perjalanan gathering kemarin (karena sampai 2021 ini uangnya belum balik sama sekali :D). Rencana perjalanan itu mendadak dan awal keberangkatannya adalah Hongkong. Rencana itu ada di pertengahan Januari. Dan beralih rute menjadi ke Korea di bulan Februari, karena melihat situasi Hongkong yang sudah sangat tidak memungkinkan untuk dikunjungi akibat pandemi.

Baca : https://darufirenzea.com/2019/07/26/ketika-hidup-pada-akhirnya-menjadikan-kita-dewasa/

Rencana keberangkatan di akhir bulan Februari pun pupus akibat pandemi Covid-19 yang semakin menjadi dan Korea Selatan mulai melakukan lock down, plus ditambah lagi pemerintah Indonesia mulai menutup semua pernerbangan keluar negeri pada H-3 keberangkatan kami. Meskipun memupuk rasa kecewa, karena memang saya ingin sekali ke Korea dan harus batal apalagi sudah mempersiapkan beberapa barang yang perlu dibeli termasuk salah satunya adalah kamera baru tetapi saya menerima keputusan yang Allah kasih.

Maha Suci Allah dengan kebesaran-Nya, dibalik kegagalan keberangkatan menuju KorSel, suami saya langsung menawarkan liburan di Malang bersama anak-anak. Setelah keputusan bersama dengan tim untuk membatalkan perjalanan, beliau langsung membelikan kami tiket kereta menuju Malang untuk keberangkatan pekan berikutnya.

Pandemi Covid-19 ini juga menjadi cerita sedih untuk saya, karena selama masa pandemi ini kami terpaksa memberhentikan 2 orang sopir yang bekerja bersama kami. Bukan kemauan kami, tetapi memang keadaan sedang tidak memungkinkan. Terlebih, bisnis sampingan saya berhenti total saat pandemi. Mengapa berhenti? Karena mall-mall terpaksa tutup seiring dengan keluarnya peraturan pemerintah yang menerapkan peraturan #dirumahaja.

Sedangkan bisnis saya ini adalah menyuplai bahan baku ke toko kue yang lokasi tokonya hanya ada di mall-mall saja. Sedikit pukulan buat saya tetapi setidaknya pekerjaan tetap tidak menghilang. Dengan izin Allah juga perlahan usaha kami mulai berjalan lagi saat pemerintah memberi angin segar untuk memberikan izin operasional untuk mall.

Tahun 2020 agak sedikit berat saat harus menghadapi anak sekolah secara daring. Anak saya baru masuk kelas 1 SD dan yang satunya masih di kelas A TK. PR menjadi orang tuanya sudah mulai terlihat sejak awal masa pandemi sebelum tahun ajaran baru di bulan Juli. Dengan kondisi pasti, akan melahirkan di Bulan Juli, sekolah daring dua anak dari rumah membuat saya kurang percaya diri untuk bisa mengajar mereka bersamaan, belum lagi jika ada tugas yang harus dikerjakan.

Karena saya ibu rumah tangga tulen, saya mengurusi pekerjaan rumah tanpa bantuan ART atau pun pengasuh anak. Termasuk didalamnya urusan nyapu-ngepel, nyuci-nyetrika, masak-masak. Ditambah kehadiran anak bayi dan anak yang harus sekolah daring dan belum bisa baca, maka bayangan saya adalah, kayaknya saya bakalan nangis tiap hari menahan beban mental dan moral ditambah lagi susah jalan-jalan, lebay dikit, hahahaha.

Baca juga : https://darufirenzea.com/2019/02/26/daily-plan-routine-part-2/

Dari tahun 2020 kita belajar, barang-barang yang kita punya sebagian mungkin tidak terlalu dibutuhkan. Seperti tas atau sepatu yang mungkin lebih dari 5 buah atau 5 pasang. Tumpukan baju-baju mahal dan beberapa barang lainnya yang dibeli karena sebatas keinginan dan ikut-ikutan atau tren mode.

Tahun 2021 saya tidak membuat banyak rencana khusus yang harus terwujud. Saya hanya mewajibkan diri untuk mendisiplinkan waktu dan pekerjaan. Memulai lagi bisnis rumahan yang sempat off selama 2 tahun serta memperbanyak tabungan dan dana darurat serta meniatkan tabungan haji untuk mama.

Kalau kalian apa rencana dan harapan tahun 2021 inii??

Be better in 2021.

15 komentar pada “Refleksi diri di tahun 2020 dan merangkai harapan untuk 2021”

  1. Mba zea penasaran sama bisnis nya sebagai pemasok bahan kue ke toko2 kue di mall. Bahannya apa ya mba kalau boleh tau? 2021 ini rencananya pengen buka toko bahan kue di kampung tercinta.

    Suka

    1. Yg masih jalan suplai telor mba.. Telor ayam.. Aku kirim pake box container gtu perbox 15 kg pengirimannya sesuai permintaan.. Jd ga tentu.. Tp sempet jg diminta kirim macem tepung hankwue, trs diminta buat suplai sayur mayur ke kafe di fatmawati tp ga jd soalnya korona kafenya ga jd buka πŸ˜„πŸ˜„

      Suka

  2. Betul banget, Tahun 2020 berat untuk semua orang, harus beradaptasi agar bisa bertahan fisik dan mental ya. Semoga 2021 lebih cemerlang ya say..aamiin…

    Suka

  3. hai salam kenal mbak πŸ™‚
    btw, keinginan saya di tahun ini dan tentu tahun2 berikutnya simpel saja sih mbak. hidup semakin berkualitas dan bahagia bersama orang2 terkasih hehe

    Suka

  4. Semoga terwujud semua harapannya, semangat, Mbak! Keren nih, sembari ngurus anak, jalanin bisnis juga. Tahun ini, saya ingin menulis buku solo dan persiapan naik jabatan. Mudah-mudahan lancar.

    Suka

  5. Kalau resolusi saya di tahun 2021 ini ingin segera menyelesaikan studi profesi saya mbak, dan pengin lebih serius lagi ngeblog nya, karena emang impian dari dulu banget, hehe.

    Suka

    1. Semangat semangat mba.. Semoga di 2021 ini kita mampu mewujudkan semua impian ya mba.. Kalau ada waktu dan rezekinya.. Sy jg pengen lanjut kuliah lg ke jenjang S1.. Kmrn cuma D3 rasanya ga afdhol hehehe

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s